Rabu, 22 Juni 2016

Apple Diminta untuk tidak berjualan lagi di Beijing

Amdkomputer.info - Dikutip dari Kompas Tekno Apple terancam kehilangan kesempatan memanen laba dari potensi pasar di China. Pasalnya, raksasa teknologi Amerika perkumpulan itu kalah melawan gugatan paten serta diminta berhenti menjual dua jenis ponselnya.

Penggugat artinya perusahaan rintisan bernama Shenzhen Baili. Mereka mengajukan gugatan karena menduga iPhone 6 dan  iPhone 6 Plus melanggar paten mengenai desain ponsel.

Apple Diminta untuk tidak berjualan lagi di Beijing
Apple Diminta untuk tidak berjualan lagi di Beijing
Sesudah Shenzen Baili memenangkan gugagatan tadi, Apple pun diminta buat menghentikan penjualan kedua jenis iPhone di atas di bunda kota China, Beijing.

Sebagaimana dilansir KompasTekno berasal Wall Street Journal, Sabtu (18/6/2016), Apple mengatakan bahwa keputusan pengadilan itu masih pada status menunggu banding, sebagai akibatnya belum berpengaruh pada penjualan.

Selama ini Apple safety-safety saja berjualan di China. Bahkan, mereka seolah kebal asal ketatnya peraturan di Negeri Tirai Bambu itu dan  vendor lain banyak yang merasa iri.

Ketika China dipimpin oleh Presiden Xi Jinping situasi mulai berubah. China semakin ketat mengatur teknologi dan  konten, sedangkan perusahaan lokal di sana mulai belajar memanfaatkan perubahan tadi.

Contohnya pada hal pengaturan paten secara lokal. Seiring menggunakan makin matangnya sistem itu, perusahaan lokal memanfaatkannya dengan mengajukan somasi atau klaim terhadap pelanggaran paten, meskipun penggugat bukanlah perusahaan pertama yang menyebarkan paten tadi.

“Sebenarnya tidak banyak perusahaan China yang menggugat paten perusahaan Alaihi Salam dan  berhasil menang. Akan tetapi sekarang Anda akan mulai melihat ada lebih poly yang menang,” komentar Erick Robinson, Chief Patent Counsel for Asia Pacific, Rouse China Law Firm. .

Sekadar diketahui, Shenzen Baili yg memenangkan somasi di Apple itu tak dikenal di luar China. Mereka bahkan tidak memiliki situs resmi.

Ada pula indikasi yang memberikan bahwa Shenzen Baili punya nama lain, yaitu Digione. Perusahaan yg diklaim belakangan, mirip menggunakan Xiaomi, dikenal sebagai pembuat ponsel murah.

Tidak ada komentar:
Write komentar